Rabu, 06 Mei 2026, bertempat di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyampaikan data terbaru mengenai perkembangan jumlah penduduk di wilayah tersebut. Kepala Disdukcapil Toba, Hendra Butarbutar, mengatakan pembaruan data dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh administrasi kependudukan masyarakat tetap tercatat dengan baik di setiap kecamatan.Data tersebut mencakup jumlah penduduk dan kepala keluarga (KK) di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Toba. Pemerintah daerah menyebut data kependudukan ini menjadi dasar penting dalam pelayanan administrasi, perencanaan pembangunan, hingga penyusunan program pemerintahan. Jumlah penduduk Kabupaten Toba mengalami kenaikan sebanyak 1.619 jiwa dalam satu tahun. Pada tahun 2024 jumlah penduduk tercatat sebanyak 220.508 jiwa dan meningkat menjadi 222.127 jiwa pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Disdukcapil, Kecamatan Balige menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak yakni mencapai 47.310 jiwa dengan 15.613 KK. Sementara Kecamatan Tampahan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni 5.382 jiwa dengan 1.714 KK. Selain itu, Kecamatan Laguboti tercatat memiliki 23.506 jiwa dengan 7.928 KK, Habinsaran 19.298 jiwa dengan 5.940 KK, Porsea 16.104 jiwa dengan 5.314 KK, serta Silaen sebanyak 15.294 jiwa dengan 5.017 KK. Kemudian Kecamatan Parmaksian memiliki 11.877 jiwa dengan 3.752 KK, Lumbanjulu 11.241 jiwa dengan 3.495 KK, Ajibata 10.657 jiwa dengan 3.368 KK, dan Uluan sebanyak 10.534 jiwa dengan 3.005 KK. Sementara itu Kecamatan Sigumpar tercatat memiliki 9.617 jiwa dengan 3.005 KK, Nassau 9.573 jiwa dengan 2.763 KK, Borbor 9.120 jiwa dengan 2.669 KK, Pintu Pohan Meranti 8.336 jiwa dengan 2.504 KK, Siantar Narumonda 8.328 jiwa dengan 2.743 KK, serta Bonatua Lunasi sebanyak 6.400 jiwa dengan 2.217 KK.
Bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Toba dipengaruhi oleh dinamika kependudukan yang terus berlangsung setiap tahun, mulai dari angka kelahiran, perpindahan masyarakat, hingga pembaruan administrasi kependudukan yang dilakukan pemerintah daerah secara berkala. Selain itu, perbedaan jumlah penduduk di setiap kecamatan dipengaruhi oleh perkembangan wilayah dan aktivitas masyarakat. Kecamatan Balige misalnya, menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi sehingga memiliki jumlah penduduk paling tinggi dibanding kecamatan lainnya. Peningkatan jumlah penduduk diketahui setelah Disdukcapil Kabupaten Toba melakukan pendataan dan pemutakhiran data kependudukan semester terbaru di seluruh kecamatan. Proses pendataan dilakukan secara bertahap melalui pembaruan administrasi masyarakat yang masuk ke sistem kependudukan daerah. Dari hasil pendataan tersebut, pemerintah menemukan adanya peningkatan jumlah penduduk dibanding tahun sebelumnya. Data itu kemudian diumumkan kepada publik sebagai gambaran kondisi demografi terbaru Kabupaten Toba sekaligus menjadi acuan dalam pelayanan publik dan penyusunan program pembangunan daerah.
#Toba #DisdukcapilToba #PendudukToba #Balige #Laguboti #Porsea #Kependudukan #Pemerintahan #SumateraUtara #BeritaToba
Infografis Cabjari Porsea