Senin, 18 Mei 2026, bertempat di Sungai Toba Asahan, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Warga di sekitar aliran Sungai Toba Asahan, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menjadi pihak yang paling terdampak atas menumpuknya sedimen dan sampah di kawasan sungai tersebut. Sejumlah masyarakat, di antaranya K Manurung, menyampaikan keluhan karena kondisi itu disebut sudah berlangsung puluhan tahun tanpa penanganan serius dari instansi terkait. Selain warga, perhatian juga datang dari pemerhati sosial dan pembangunan Kabupaten Toba, Sogar Manurung selaku Sekretaris DPW LSM Katulistiwa Sumatera Utara yang menyoroti buruknya penanganan sedimentasi di kawasan tersebut. Di sisi lain, Perum Jasa Tirta I wilayah Toba Asahan turut memberikan tanggapan terkait kondisi itu melalui bagian kehumasan mereka di Simangkuk, Kecamatan Parmaksian. Perusahaan menyebut akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI untuk tindak lanjut penanganan sedimentasi di aliran Sungai Toba Asahan Porsea. Nama PT Inalum Persero juga ikut menjadi sorotan karena aliran Sungai Toba Asahan merupakan sumber air utama penggerak turbin PLTA Siguragura yang menyuplai energi bagi kebutuhan industri aluminium dan sebagian kebutuhan listrik masyarakat melalui PLN.
Tumpukan sedimen bercampur sampah yang terbawa dari aliran Sungai Aek Mandosi dilaporkan semakin menggunung di kawasan aliran Sungai Toba Asahan, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Endapan lumpur tersebut disebut telah berlangsung selama puluhan tahun hingga menyebabkan penyempitan badan sungai secara signifikan. Bahkan, warga menyebut ketinggian sedimen dari dasar sungai mencapai puluhan meter dan membentuk seperti gundukan menyerupai bukit di tengah aliran sungai. Kondisi tersebut tidak hanya mempersempit arus sungai, tetapi juga mulai dimanfaatkan sejumlah oknum warga menjadi lahan perkebunan sayur-mayur. Saat musim hujan tiba, luapan Sungai Aek Mandosi kembali membawa lumpur baru yang terus memperparah sedimentasi dan mempersempit aliran Sungai Toba Asahan dari waktu ke waktu. Situasi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat karena aliran sungai memiliki peran penting sebagai sumber air pembangkit listrik PLTA Siguragura milik PT Inalum Persero.
Masyarakat menilai penumpukan sedimen di Sungai Toba Asahan terjadi akibat minimnya perhatian dan penanganan dari instansi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya air di wilayah Sumatera Utara. Warga dan pemerhati sosial menyebut tidak adanya normalisasi maupun pengerukan rutin membuat sedimen terus menumpuk selama bertahun-tahun tanpa solusi nyata. Selain itu, setiap musim hujan aliran Sungai Aek Mandosi membawa material lumpur dan sampah baru menuju Sungai Toba Asahan. Karena sedimentasi lama tidak pernah dibersihkan, material tersebut akhirnya terus mengendap dan menambah ketebalan sedimen di sekitar kawasan jembatan dan badan sungai. Kondisi itu kemudian diperparah dengan munculnya aktivitas perkebunan di atas timbunan sedimen yang dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kawasan aliran sungai.
Permasalahan sedimentasi di Sungai Toba Asahan bermula dari material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus Sungai Aek Mandosi menuju aliran utama Sungai Toba Asahan di Kecamatan Porsea. Endapan tersebut terjadi secara terus-menerus selama bertahun-tahun tanpa pengerukan ataupun normalisasi besar-besaran dari pihak terkait. Akibatnya, sedimen perlahan meninggi hingga membentuk daratan baru di tengah aliran sungai. Dalam perkembangannya, sebagian area endapan bahkan dimanfaatkan menjadi lahan kebun sayur oleh warga sekitar. Ketika curah hujan tinggi, aliran Sungai Aek Mandosi kembali meluap dan membawa lumpur tambahan yang semakin mempersempit badan sungai hingga mendekati bagian tengah aliran. Kondisi ini kemudian memicu kritik masyarakat kepada BWS Sumatera II dan Dirjen SDA karena dianggap lamban menangani persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut. Bahkan, muncul dorongan agar dilakukan audit terhadap anggaran pemeliharaan aliran sungai oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawas negara.
#Toba
#Porsea
#SungaiTobaAsahan
#BwsSumateraII
#DirjenSDA
Infografis Cabjari Porsea