Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pantai Pasifik, Desa Patane IV, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan tersebut mengusung tema “Sinergi Membangun Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi dan Kearifan Lokal” dan dirangkai dengan dialog bersama para pengurus koperasi untuk mendengarkan kondisi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan koperasi di Kabupaten Toba. Kunjungan kerja Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono tersebut dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pengurus koperasi dalam mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Hendra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Panel Barus, Staf Khusus Menteri Wahyono, Tenaga Ahli Menteri Putri, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara Yuliani Siregar yang mewakili Gubernur Sumatera Utara. Turut hadir Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, jajaran Pemerintah Kabupaten Toba, para camat, kepala desa dan lurah, serta pengurus koperasi se-Kabupaten Toba.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekonomi masyarakat melalui koperasi dengan tetap mengedepankan potensi dan kearifan lokal. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong KDMP agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, menyerap hasil produksi lokal, menyalurkan berbagai program pemerintah, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, serta membuka dan menyerap lapangan pekerjaan.
Dalam kunjungannya, Ferry Juliantono menjelaskan bahwa sebanyak 27.223 bangunan fisik berupa gudang, gerai, dan kelengkapannya sedang dibangun di seluruh Indonesia. Sebanyak 17.280 bangunan telah disampaikan untuk diverifikasi, sementara 8.220 lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi, termasuk yang direviu oleh BPKP. Kementerian Koperasi menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana tugas di lapangan melalui kerja sama dengan TNI, sedangkan manajer KDMP akan direkrut untuk menjalankan fungsi operasional koperasi. Selama dua tahun pertama, operasionalisasi KDMP akan dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan fungsi utama koperasi antara lain menyalurkan barang bersubsidi seperti minyak goreng, pupuk, LPG 3 kilogram dan beras, menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, menyerap hasil produksi masyarakat, serta menjadi sarana penyaluran berbagai program pemerintah pusat. Di Kabupaten Toba sendiri terdapat 243 koperasi berbadan hukum, dengan 41 koperasi telah terbangun dan 12 di antaranya telah selesai 100 persen.
Infografis Cabjari Porsea