Selasa, 27 Januari 2026 bertempat di Desa Patane VI, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Para petani di Porsea terpaksa menunda penanaman padi karena kondisi lahan sawah yang kering dan tidak memiliki pasokan air yang cukup. Di sisi lain, tanaman bawang merah yang sudah lebih dulu ditanam kini terancam gagal panen, bahkan diperkirakan kerusakan bisa mencapai sekitar 60 persen apabila hujan tidak segera turun dalam waktu dekat. Petani di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menjadi pihak yang terdampak dalam kondisi ini. Beberapa petani yang menyuarakan keluhannya antara lain petani padi dan bawang merah setempat, seperti M. Situmorang dan Aldi, yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian lahan tadah hujan.
Penundaan tanam padi dan ancaman gagal panen bawang merah ini disebabkan oleh cuaca kering yang berkepanjangan. Wilayah Porsea dilaporkan tidak diguyur hujan selama hampir satu bulan, sehingga persediaan air di lahan pertanian menipis. Kondisi ini sangat menyulitkan petani, terutama karena sebagian besar sawah di wilayah tersebut masih bergantung pada air hujan. Kekeringan mulai dirasakan petani sejak beberapa minggu terakhir ketika hujan tidak turun sama sekali. Lahan sawah menjadi retak dan keras, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengolahan tanah dan penanaman padi. Sementara itu, bawang merah yang telah ditanam membutuhkan penyiraman rutin, namun keterbatasan sumber air membuat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Akibatnya, bibit bawang merah tidak tumbuh optimal dan sebagian mulai mengering, sehingga potensi gagal panen semakin besar.
#PetaniPorsea #Kekeringan #PertanianToba #Padi #BawangMerah #GagalPanen #CuacaEkstrem #Sumut
Infografis Cabjari Porsea