Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Hubungi Kami
Selasa, 07 Juli 2026

Harga Gabah di Porsea Tembus Rp7.200 per Kilogram Jelang Panen Raya
Oleh Admin | Senin, 25 Mei 2026
Bagikan :

Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Suasana panen raya mulai terasa di wilayah Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menjelang akhir Mei 2026. Para petani di sejumlah desa tampak mulai turun ke sawah untuk memanen padi dengan penuh semangat karena harga gabah tahun ini dinilai cukup baik. Sejumlah pengepul dan tengkulak juga mulai aktif membeli hasil panen petani langsung dari lokasi persawahan. Salah satu petani, P Manurung, menyebut harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp83 ribu hingga Rp88 ribu per kaleng atau sekitar Rp7.217 per kilogram. Warga lainnya, Y Silaban, turut menyampaikan harapan agar harga gabah tetap stabil hingga musim panen selesai. Masyarakat juga meminta pemerintah daerah hingga instansi terkait ikut memantau kondisi harga di lapangan agar petani tidak dirugikan saat panen raya berlangsung.

Harga gabah kering panen (GKP) di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, masih bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini membuat para petani menyambut musim panen raya tahun 2026 dengan rasa optimistis karena hasil panen dinilai mampu memberikan keuntungan lebih baik dibanding beberapa musim sebelumnya. Aktivitas panen mulai meningkat di sejumlah areal persawahan dan hasil panen langsung dibeli para pengepul dengan harga yang cukup tinggi.

Harga gabah di Kecamatan Porsea dinilai tetap tinggi karena kualitas gabah hasil panen petani cukup baik serta permintaan dari pengepul masih stabil menjelang puncak panen raya. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir harga gabah di wilayah tersebut memang cenderung berada di atas harga pemerintah. Meski demikian, masyarakat tetap khawatir akan adanya potensi permainan harga ketika hasil panen mulai melimpah pada puncak musim panen yang diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus 2026. Kekhawatiran itu muncul karena pada masa panen raya biasanya harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan permainan para tengkulak.

Panen raya mulai berlangsung secara bertahap sejak akhir Mei 2026 di sejumlah desa di Kecamatan Porsea. Para petani memanen padi yang telah memasuki masa panen dan langsung menjual gabah kering panen kepada pengepul dengan sistem per kaleng. Satu kaleng gabah diketahui memiliki berat sekitar 11,5 kilogram. Harga jual yang mencapai Rp83 ribu hingga Rp88 ribu per kaleng membuat petani merasa cukup terbantu secara ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung melakukan pengawasan terhadap harga gabah di lapangan agar stabilitas harga tetap terjaga hingga panen raya selesai.

#PanenRaya #PetaniPorsea #HargaGabah #KabupatenToba #Pertanian

Infografis Cabjari Porsea

Tweeter Cabjari Porsea

Instagram Cabjari Porsea

Polling