Huta Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba merupakan perkampungan tradisional suku Batak Toba yang berada di pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara terjadi perubahan positif pada kondisi perairan Danau Toba setelah pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) lebih teratur sesuai standar konservasi UNESCO Global Geopark. Perbaikan kualitas air dan ekosistem danau berdampak pada meningkatnya kembali populasi ikan endemik dan hasil tangkapan nelayan tradisional. Perubahan kondisi Danau Toba dirasakan oleh boru Manurung dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak Danau Toba masuk ke jaringan UNESCO Global Geopark pada tahun 2020 dan memperoleh status Green Card.
Boru Manurung merupakan seorang nelayan tradisional Batak Toba yang mencari ikan di perairan Sirungkungon, Danau Toba. "Dulu kami merasa dilema akibat kehadiran keramba jaring apung. Satu sisi keramba tersebut memberi keuntungan bagi perekonomian kami dalam jangka waktu cepat. Tapi di sisi lain kami merasa sedih, air danau kami tercemar. Kami para nelayan diingatkan bahwa merusak air Toba sama saja memutus berkat leluhur. Danau kami harus kembali jernih, kembali ke alam", ujar boru Manurung.Selain itu, terdapat peran UNESCO Global Geopark sebagai lembaga yang mendorong penerapan standar konservasi di kawasan Danau Toba.
Sebelumnya, aktivitas KJA yang tidak teratur menyebabkan pencemaran air danau akibat limbah pakan dan feses ikan. Kondisi tersebut menurunkan kadar oksigen dalam air, memicu kematian ikan massal, serta mengurangi hasil tangkapan nelayan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang lebih baik demi menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba.
Perbaikan dilakukan melalui penerapan regulasi dan standar konservasi UNESCO Global Geopark yang menekankan tiga pilar utama, yaitu:
- Geodiversity (keragaman geologi),
- Biodiversity (keragaman hayati),
- Cultural Diversity (keragaman budaya).
Melalui pengaturan KJA yang lebih tertib dan upaya menjaga kualitas air serta ekosistem danau, kondisi perairan Danau Toba berangsur membaik sehingga populasi ikan endemik kembali berkembang dan nelayan tradisional dapat memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.
Infografis Cabjari Porsea