Jum’at, 20 Februari 2026 bertempat di Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Belakangan ini beredar informasi di tengah masyarakat tentang kemungkinan adanya mata air purba di Pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea. Fenomena seperti ini tentu menarik perhatian, terlebih jika benar ada sumber air yang secara alami muncul di area pesisir tersebut karena potensi ilmiah dan nilai tambahnya untuk sektor pariwisata. Menanggapi hal itu, Dinas Pariwisata mengambil langkah proaktif untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Upaya menelusuri keberadaan mata air purba di kawasan Pantai Pasir Putih Parparean melibatkan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba sebagai garda terdepan. Di bawah arahan pimpinan dinas, tim yang membidangi pemasaran dan pengembangan destinasi turut bergerak cepat merespons informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, pemerintah desa setempat dan pengelola objek wisata juga ikut dilibatkan sebagai pihak yang pertama mengetahui kondisi di lapangan. Koordinasi lintas sektor bahkan direncanakan dengan instansi teknis terkait guna memastikan setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi secara ilmiah dan bertanggung jawab.
Ketertarikan untuk mengecek keberadaan mata air purba ini muncul karena jika benar secara ilmiah dibuktikan, fenomena unik tersebut bukan hanya menjadi daya tarik baru bagi para wisatawan tetapi juga memperkaya ragam destinasi wisata geologi di Kabupaten Toba. Informasi tentang mata air semacam ini awalnya bersumber dari laporan warga sekitar dan pengelola objek wisata yang merasa melihat atau mengetahui lokasi spesifik munculnya aliran air tersebut. Perpaduan letak geografis Toba yang kaya alam dan sejarah geologi yang beragam menjadi latar mengapa fenomena ini penting untuk diusut secara ilmiah. Pada Jumat, 20 Februari 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba melalui sambungan resmi menyatakan akan menyelidiki keberadaan mata air purba di kawasan Pantai Pasir Putih Parparean. Tim dinas berencana menemui warga setempat dan pengelola wisata yang dianggap memahami fenomena ini, serta berkoordinasi dengan pemerintahan desa serta Balai Wilayah Sungai Sumatera guna melakukan pemeriksaan yang lebih ilmiah sebelum menjadikannya materi promosi atau objek wisata baru. Pernyataan itu juga menegaskan bahwa pihak dinas tidak ingin berspekulasi dan lebih memilih fakta yang kuat berdasarkan ilmu pengetahuan.
#PantaiPasirPutihParparean #DinasPariwisataToba #MataAirPurba #ObjekWisataBaru #WisataGeologi #SumateraUtara
Infografis Cabjari Porsea