Sejumlah proyek revitalisasi gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Toba menjadi sorotan setelah hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pada Rabu, 5 Agustus 2026 menunjukkan bahwa penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sejumlah lokasi dinilai belum berjalan secara optimal. Salah satu temuan berada di proyek revitalisasi UPTD SMP Negeri 1 Siraituruk, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba di mana masih ditemukan kondisi yang memunculkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
dalam pelaksanaan proyek ini, masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek. Hingga berita ini diterbitkan, PPK maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan karena minimnya akses komunikasi.
Proyek ini menjadi sorotan setelah hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Selain itu, area proyek juga belum dilengkapi rambu-rambu keselamatan dan pengamanan yang memadai sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan serta menciptakan lingkungan kerja yang aman. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan proyek, mengingat pekerjaan ini dibiayai menggunakan anggaran negara sehingga kepatuhan terhadap seluruh ketentuan, termasuk penerapan K3, seharusnya menjadi perhatian utama.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan masih adanya pekerja yang belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, minimnya rambu-rambu keselamatan, serta pengamanan area proyek yang dinilai belum optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi SMP di Kabupaten Toba, mengingat PPK bertanggung jawab memastikan penyedia jasa memenuhi ketentuan kontrak, termasuk penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi agar seluruh pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mengutamakan keselamatan pekerja. Hingga berita ini diterbitkan, PPK maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan, sementara redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait memberikan klarifikasi.
Infografis Cabjari Porsea