Senin, 20 April 2026, bertempat di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Pencarian terhadap seorang mahasiswa yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, resmi dihentikan setelah tujuh hari upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Penghentian tersebut ditandai dengan pelaksanaan doa bersama dan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban yang hingga kini belum ditemukan. Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut, terutama bagi keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta. Sejumlah pihak hadir dan berperan dalam proses pencarian hingga penutupan operasi ini. Keluarga korban tampak setia mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan suasana penuh haru. Di sisi lain, tim gabungan seperti Basarnas Danau Toba, BPBD Kabupaten Toba, Polres Toba, TNI, serta relawan dan masyarakat sekitar sejak awal turut melakukan upaya pencarian secara maksimal. Prosesi juga dihadiri tokoh agama yang memimpin doa bersama, didampingi unsur pemerintah setempat seperti camat dan aparat kepolisian yang memastikan kegiatan berjalan tertib. Kebersamaan berbagai pihak ini menggambarkan kuatnya rasa solidaritas dan kepedulian terhadap korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Penghentian pencarian dilakukan karena operasi yang telah berlangsung selama tujuh hari tidak menunjukkan hasil, sesuai dengan prosedur standar pencarian dan pertolongan (SAR) yang berlaku. Selain itu, berbagai upaya maksimal yang telah dilakukan tim gabungan, seperti penyelaman hingga kedalaman puluhan meter dan pemantauan menggunakan teknologi, juga belum berhasil menemukan korban. Faktor kondisi alam dan luasnya area pencarian menjadi tantangan besar yang membuat proses pencarian tidak membuahkan hasil hingga batas waktu yang ditentukan. Korban diketahui tenggelam di kawasan wisata Air Terjun Situmurun sejak 11 April 2026. Sejak saat itu, tim gabungan langsung melakukan pencarian secara intensif dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran permukaan danau, penyelaman hingga kedalaman sekitar 100 meter, hingga penggunaan drone bawah air dan pemantauan udara dengan jangkauan lebih dari satu kilometer. Namun, hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Akhirnya, pada 18 April 2026, operasi pencarian resmi dihentikan dan ditutup dengan doa bersama serta tabur bunga di lokasi kejadian sebagai simbol penutupan sekaligus penghormatan terakhir.
#DanauToba #Situmurun #KorbanTenggelam #PencarianDihentikan #BeritaSumut #Basarnas #TaburBunga
Infografis Cabjari Porsea