Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Hubungi Kami
Senin, 06 Juli 2026

Diserang Hama Tikus, Petani Toba Tak Lagi Gunakan Pola Tanam Padi Dua Kali
Oleh Admin | Jumat, 26 Juni 2026
Bagikan :

Petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Toba, seperti Kecamatan Porsea, Uluan, dan Siantar Narumonda, tidak lagi bersedia menerapkan pola tanam padi dua kali dalam setahun setelah mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Mereka menilai program tersebut meningkatkan risiko kerugian dan belum diikuti solusi maupun kompensasi dari pemerintah. Keluhan petani disampaikan pada Jumat, 26 Juni 2026. Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Toba telah memberikan imbauan terkait penanggulangan hama tikus pada Senin, 22 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan warga Kecamatan Porsea, Frankin, dan warga Kecamatan Siantar Narumonda, Umri Marpaung. Sementara itu, tanggapan pemerintah disampaikan oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Pimpinan Siambaton, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede.

Petani menolak kembali menerapkan pola tanam dua kali setahun karena mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang dinilai semakin masif. Para petani Menilai pola tanam dua kali mengubah pola migrasi tikus sehingga hama tetap bertahan di areal persawahan karena ketersediaan makanan sepanjang tahun. Selain itu upaya pengendalian seperti gropyokan dan penggunaan racun tikus dinilai belum efektif dan hingga kini belum ada ganti rugi atas kerugian yang dialami petani akibat gagal panen.

Menurut Frankin, program tanam dua kali seharusnya diuji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara luas. Ia mempertanyakan kesiapan pemerintah memberikan subsidi atau kompensasi apabila petani kembali mengalami gagal panen.Umri Marpaung juga mengaku sawahnya diserang tikus yang diduga berasal dari lahan di sekitar yang menerapkan pola tanam dua kali setahun. Meski telah melakukan gropyokan dan menyebarkan racun tikus, serangan hama tetap terjadi. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Toba mengimbau petani melakukan pengendalian hama sejak sebelum masa tanam melalui gropyokan, pengumpanan, pengasapan sarang tikus, serta membersihkan lahan sawah sebelum pengolahan. Menurut dinas, langkah pencegahan sejak dini dapat mengurangi risiko serangan hama, terutama saat tanaman memasuki fase pembuahan.

Infografis Cabjari Porsea

Tweeter Cabjari Porsea

Instagram Cabjari Porsea

Polling